JAKARTA – Sejak hadir di Indonesia pertama kali di November 2006, Bajaj Auto Indonesia mendatangkan variannya dengan status CBU (Completely Built-up). Harga varian Pulsar tergantung oleh bea masuk kendaraan impor. Bajaj Indonesia pun berniat membuka pabrik perakitan di Indonesia.
Penjualan Bajaj di segmen sepeda motor Tanah Air cenderung meningkat dan stabil. Pulsar mampu menjadi alternatif konsumen Indonesia dalam memilih sepeda motor sport, selain produsen asal Jepang. Bajaj mampu bermain di kelas tersebut dengan menelurkan Pulsar 220, Pulsar 180, dan Pulsar 135.
Kendala umum yang dihadapi oleh BAI adalah keberadaan suku cadang. Banyak konsumen yang mengeluh stok spare-part, terlebih komponen fast moving yang kerap tidak tersedia di diler dan bengkel resmi.
Bajaj mencoba memperbaiki situasi ini, dengan menelurkan program Spare Part Challenge 2x24 Jam atau Gratis. Program ini akan berlangsung mulai 23 April 2012 di seluruh Dealer Resmi Bajaj, yang memiliki logo 2 x 24 Jam atau gratis.
“Seharusnya kita sudah memiliki pabrik perakitan di Indonesia. Dengan begitu varian Bajaj bisa menggunakan komponen lokal, dan suku cadang pun bisa diproduksi di sini. Saat ini unit kendaraan dan suku cadang masih impor dari India,” jelas Welly Nugroho, Area Sales Manager Jabotabek PT BAI.
Welly menambahkan, keberadaan spare part di Jawa-Bali sudah aman, dengan adanya program Spare Part Challenge 2x24 Jam atau gratis.
“Harusnya tahun ini sudah punya pabrik dan Bajaj Auto bisa merakit varian dengan menggunakan komponen lokal. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa bangun pabrik. Regulasi dari principal Bajaj di India yang agak sulit memberikan izin,” tutup Welly.
(zwr)