JAKARTA – Kenaikan uang muka kredit kendaraan sepertinya tidak terlalu berpengaruh pada penjualan Bajaj Auto Indonesia (BAI). Pihak BAI sendiri sudah mengantisipasi sejak lama kenaikan DP ini, supaya tidak terlalu bepengaruh buruk di total akhir penjualan 2012.
Seperti diketahui bersama, sejak 15 Juni 2012 lalu, Pemerintah melalui Bank Indonesia resmi menaikan uang muka kredit kendaraan bermotor. Buat kendaraan roda dua minimal DP menjadi 25 persen, sedangkan roda empat 30 persen. Kendaraan komersial minimal uang muka menjadi 20 persen.
“Semua produk Bajaj sudah terbiasa dengan uang muka di atas 20 persen. Dan Ketika diberlakukan regulasi baru, konsumen Bajaj sepertinya sudah tahu kalau Bajaj punya uang muka yang tinggi,” jelas Welly Nugroho, Area Sales Manager Jabotabek PT BAI, saat ditemui di booth Bajaj.
Produk Bajaj Auto Indonesia yang mengalami penurunan hanya varian Pulsar 135. Welly menilai, penurunan segmen Pulsar 135 lebih dikarenakan harga varian ini dekat dengan jenis bebek dari merek lain. Konsumen sekarang sudah lebih selektif dalam memiliki kendaraannya.
“Bajaj Auto juga memberikan opsional kredit syariah. Namun, dari total 60 persen konsumen yang membeli kredit, hanya 10 persen yang menggunakan sistem syariah. kredit syariah memang kecil di uang muka, tapi tetap tinggi di cicilan,” lanjut Welly.
Bajaj Auto Indonesia sendiri sudah melepas 12.000 unit sepeda motor sepanjang 2012 ini. Angka tertinggi masih dipegang varian Pulsar 220. Namun, penjualan ini turun 10 persen dibandingkan tahun lalu, hanya naik di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Timur.
(zwr)