TOKYO – Penguatan nilai tukar Yen terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus mengikis industri di Jepang, terutama industri automotif. Banyak produsen automotif di Jepang yang mengalami masalah dan akhirnya memindahkan pusat produksinya ke luar Jepang.
Hal ini tidak terjadi pada pabrikan mobil terbesar di Jepang, Toyota. Pihaknya tetap mempertahankan pusat produksinya di Jepang walau penguatan nilai tukar Yen terus meningkat, demikian dilansir Inautonews, Minggu (17/6/2012).
“Nilai tukar saat ini sangat berat bagi kami. Tapi kami tetap mempertahankan tingkat produksi domestic kami hingga tiga juta unit per tahun,” keluh President Toyota Motor Corp Akio Toyoda.
Menurutnya, sudah banyak para pemegang saham Toyota yang mengkhawatirkan kondisi ini dan meragukan kemampuan Toyota dalam menjual tiga juta unit pertahun di Jepang. Mereka banyak yang mengatakan lebih baik banyak menjual kendaraan di Jepang dibanding ke luar Jepang.
Sementara itu, pangsa pasar domestik Toyota di Jepang setiap tahunnya selalu mengalami masalah, pada 2010 mencapai 48,5 persen atau 1,56 juta unit, pada 2011 menurun atau hanya mencapai 4,2 persen dibanding 2010. Namun, untuk 2012 ini diperkirakan tumbuh 19 persen atau sekitar lima juta unit.
(zwr)
Sabtu, 25 Mei 2013 17:01 WIB
Sabtu, 25 Mei 2013 14:15 WIB
Sabtu, 25 Mei 2013 13:35 WIB