JAKARTA – Selain Honda CR-V dan Freed, Jazz juga merupakan andalan dan selalu menjadi tulang punggung penjualan bagi PT Honda Prospect Motor (HMP). Namun, akibat banjir besar di Thailand akhir 2011 menyebabkan produksi dan penjualan Honda Jazz di Indonesia mengalami penurunan tajam.
Sejak terjadinya banjir itu, HPM mengalami kesulitan penjualan. Permintaan Jazz terus meningkat sedangkan barangnya kosong karena pabriknya di Thailand sempat ditutup sementara akibat banjir tersebut.
Hingga kini, HPM mengaku meski sudah berangsur stabil, namun masih mengalami kesulitan, permintaannya tetap tinggi dan stok barangnya masih sedikit.
“Jazz permintaannya sangat tinggi. Tapi sayangnya kita belum bisa suplay jadi kita punya hutang banyak ke konsumen,” terang Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy dalam acara Peluncuran New Honda Freed, di Jakarta.
Menurut Jonfis, saat ini Honda Jazz masih inden dua hingga tiga bulan dari tanggal pemesanan. Dengan demikian banyak juga konsumen yang kabur dan beralih ke model Honda yang lain seperti Freed dan CR-V.
“Inden dua hingga tiga bulan ini membuat konsumen sebagian ada yang kabur, tapi ada juga yang setia menunggu dan inden ini dikarenakan Jazz hampir enam bulan tidak diproduksi. Tapi ke depannya saya jamin akan kembali normal,” tutup Jonfis.
(zwr)
Jum'at, 24 Mei 2013 09:36 WIB
Kamis, 23 Mei 2013 19:19 WIB
Kamis, 23 Mei 2013 18:34 WIB