JAKARTA – Belakangan ini banyak kasus kecelakaan yang terjadi di Indonesia, seperti pada 2011 lalu Toyota Avanza di Tol Cipilarang dan baru-baru ini kasus Daihatsu Xenia serta Nissan Juke yang terbakar.
Melihat kasus tersebut, Lembaga Kajian Opini Publik bekerjasama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Anggota DPR RI Komisi VI dan Pengamat Otomotif Indonesia, mengadakan diskusi mengenai Perlindungan Konsumen Terhadap Produk Otomotif.
Dalam diskusi kali ini, ketiganya menyimpulkan bahwa konsumen diminta agar lebih selektif memilik produk otomotif baik motor maupun mobil yang beredar di Indonesia. Sebab, melihat dari kasus yang terjadi cenderung lebih besar kesalahan terjadi pada mobil dan pengendaranya.
“Melihat kasus seperti Nissan Juke yang terbakar. Jelas ini dapat dikatakan kesalahan pada mobilnya. Kebanyakan mobil yang beredar di Indonesia masih menempatkan posisi akinya di depan sehingga lebih mudah terjadi kebakaran,” beber Jhoni Pramono, Pengamat Otomotif, dalam acara diskusi Perlindungan Konsumen Terhadap Produk Otomotif, di Jakarta, Minggu (6/5/2012).
Menurut Jhoni, dalam membeli mobil konsumen harus lebih cerdas dan jangan mementikan model serta harga yang murah. Konsumen diimbau agar lebih selektif baik itu dari pemilihan jenis mobil, kualitas serta faktor keselamatan yang ada dalam mobil tersebut.
Lebih lanjut, Sudaryatmo Public Interest Lawyer YLKI, menambahkan, konsumen harus terinformasi. Hal ini dimaksudkan agar konsumen dapat memenuhi perananya sebagai peserta atau komponen pasar yang bertanggung jawab.
“Hal ini bisa saja ditempuh dengan melalui diskripsi barang menyangkut harga dan kualitas atau kandungan barang atau bisa saja mengadakan pengujian barang yang mandiri,” terang Sudaryatmo.
“Kami hanya bisa mengatakan bahwa konsumen di Indonesia sudah pintar dan tidak bisa dibohongi oleh produsen mobil. Jadi, mulai dari sekarang kita harus lebih selektif dalam membeli mobil,” tutup Jhoni.
(zwr)
Jum'at, 24 Mei 2013 09:43 WIB
Kamis, 23 Mei 2013 19:19 WIB
Kamis, 23 Mei 2013 17:23 WIB