JAKARTA – Uji Emisi mobil Esemka yang sempat tertunda karena berberapa hal, akan terealisasikan. Mobil rakitan siswa SMKN 2 Surakarya tersebut besok mulai diberangkatkan dari Solo, Jawa Tengah, menuju Jakarta untuk melakukan uji emisi.
Nantinya, setelah sampai di Jakarta, mobil Esemka tersebut akan dilakukan uji emisinya di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Serpong, Tangerang Selatan. Pelaksanaan uji emisi mobil Esemka baru akan dilakukan Senin mendatang, sebab, mobil tersebut diperkirakan tiba di Jakarta paling cepat Jumat malam dan paling lama Sabtu pagi.
“Karena mobil Esemka baru sampai ke Jakarta Jumat malam atau paling lama Sabtu pagi. Maka kami baru akan melakukan uji emisinya paling cepat Senin. Sebab, Sabtu dan Minggu BPPT tutup,” tukas Prof. Dr. Ir Prawoto, selaku pengkaji uji emisi dari BTMP-BPPT, saat dihubungi Okezone, Kamis (23/2/2012).
Menurut Prawoto, mobil Esemka itu nantinya akan dilakukan uji emisinya terutama untuk emisi gas buangnya, yakni DO, HC, NOX, yang sangat membahayakan lingkungan dan manusia. Mobil tersebut harus memiliki standar emisi gas buang yang telah ditentukan oleh pemerintah Indonesia.
“Hal ini yang paling penting dalam uji emisi. Sebabm jika mobil itu belum memenuhi standar yang telah ditentukan Pemerintah, maka mobil tersebut belum dinyatakan lolos uji emisi. Gas bung tersebut jika berada di bawah rata-rata akan membahayakan lingkungan dan manusia,” ujar Prawoto.
Prawoto menambahkan, uji emisi mobil Esemka akan sama dengan uji emisi yang dilakukan pada kendaraan lain. Ketentuan dan prosedurnya sesuai dengan Peraturan Lingkungan Hidup (LH No.5 tahun 2009) yang diberlakukan untuk pengkajian uji emisi kendaraan di Indonesia.
“Uji emisi kendaraan terutama untuk gas buangnya harus sesuai dengan peraturan yangh telah ditetapkan. Sebab ini menyangkut lingkungan serta masyarakat di Indonesia. Uji emisi itu tidak akan membutuhkan waktu lama, jika mobil itu sudah layak dan lolos maka akan segera diajukan izin operasionalnya,” tandas Prawoto.
(zwr)