JAKARTA - Belum pulihnya operasional pabrik Honda Thailand pascabencana banjir pada akhir tahun lalu masih menyisakan dampak bagi PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai agen pemegang merek mobil Honda di Tanah Air. Keberadaan Honda Jazz di Indonesia yang menjadi andalan Honda di kelas hatchback pun masih terganggu.
Selama Januari 2012, Honda Jazz hanya terjual dua unit saja. Hal tersebut karena tidak tersedianya unit karena suplai dari negeri Gajah Putih kosong.
"Mungkin di delaer saat ini ada beberapa unit Honda Jazz tetapi itu adalah stok, sejak Desember kita tidak bisa produksi barang selain Honda Freed," ungkap Jonfis Fandy, Marketing & Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) disela-sela peluncuran New Honda Oddysey, Selasa (22/2/2012).
Dengan keterbatasan unit maka konsumen yang mencari Honda Jazz harus lebih bersabar, setidaknya hingga dua bulan kedepan, untuk dapat memesan hatchback lima pintu tersebut. HPM pun hanya bisa pasrah karena tidak bisa melayani permintaan pasar yang cukup besar.
"Yang pasti tahun lalu kita tidak bisa menampilkan performa terbaik dari penjualan Honda, kita hanya bisa suplai 60 persen dari permintaan yang ada. Setelah kita mulai bisa suplai lagi pada bulan April untuk model CKD (completely knock-down) dan CBU (completely built-up) dari Thailan mulai Juni, kami harap pertengahan tahun terjadi momen peningkatan penjualan yang sangat drastis dari HPM." papar Jonfis.
Jonfis menuturkan sampai bulan April pihaknya baru bisa suplai varian MPV Honda Freed dan MPV premium Odyssey saja. Sementara Honda City yang berstatus Completely Built-Up (CBU) Juni baru bisa suplai dan SUV Honda CR-V baru akhir tahun nanti.
(ian)