JAKARTA – Pemalsuan ratusan BPKB mobil yang dilakukan oleh sepasang suami istri, Indria Rahayu SH dan Edward Sugiharto berhasil terbongkar oleh kepolisian Sektor (Polsek) Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat. Semua mobil hasil curian tersebut dibuatkan BPKB palsu dan dijual kembali ke leasing.
Menanggapi hal tersebut, Senior Marketing Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih memaparkan, kejadian tersebut memang sering terjadi di lungkungan jual beli mobil bekas, baik di Jakarta, Bandung, maupun kota-kota lainnya di luar Pulau Jawa.
Namun, untuk menyiasati atau menghindarinya, sebelum melakukan atau membeli mobil tersebut ada baiknya konsumen maupun produsen melakukan cek fisik mobil yang akan di jual atau dibelinya ke kantor Kepolisian sekitar atau lebih tepatnya ke Samsat.
“Hal yang paling aman untuk membeli mobil bekas adalah memeriksa atau mengecek fisik mobilnya ke Samsat. Setelah di Samsat, minta kepada petugas untuk memeriksa BPKB dan bukti surat-surat lainnya. Jika terbukti adanya keganjilan, maka mobil itu jangan dibeli,” beber Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, saat dihubungi Okezone, Jumat (17/2/2012).
Menurut Herjanto, itu merupakan cara yang paling aman dalam membeli atau menjual mobil bekas. Dengan demikian, jika pihak Samsat menyatakan BPKB dan surat lainnya tidak bermasalah, maka mobil tersebut dinyatakan aman.
Selain itu, bagi konsumen maupun produsen hindari transaksi pembelian atau penjualan mobil bekas pada sore hari. Karena, modus penipuan tersebut cukup ahli, penipu mencari waktu yang tepat untuk bertransaksi.
“Sebisa mungkin bagi calon pembeli maupun calon penjual mobil bekas, hindari transaksi pada sore hari, biasanya penipu berkeliaran dan memanfaatkan kantor polisi atau Samsat yang sudah tutup. Dengan itu dia bisa leluasa untuk menjual mobil dengan BPKB dan surat-surat palsu,” tambah Herjanto.
Sambungnya, kejadian tersebut sering terjadi di dunia jual beli mobil bekas. Jadi untuk menghindari penimpuan dengan modus tersebut, hindari transaksi mobil pada sore hari, jika harganya murah jangan mudah tergiur, dan usahakan jika membeli mobil bekas di tempat yang benar-benar terjamin, jangan sembarangan dan yang terakhir adalah pengecekan fisik ke pihak Samsat setempat.
(zwr)