JAKARTA - PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mitsubishi di Tanah Air mencetak prestasi diawal tahun 2012 dengan raihan produksi New Colt Diesel yang ke 200.000 unit pada 3 Februari 2012 lalu. Angka tersebut mampu diraih KTB dalam kurun waktu lima tahun.
New Colt Diesel pertama kali diluncurkan pada tahun 2007 seiring dengan diterapkanya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.141 Tahun 2003 tentang batas emisi gas buang, dimana teknologi kendaraan yang diproduksi mulai tahun 2007 harus sesuai dengan Standar Euro2.
New Colt Diesel diluncurkan dengan konsep baru untuk sebuah kendaraan niaga berstandard Euro2 yang semakin meningkatkan kenyamanan dalam berkendara. Dalam waktu 3 (tiga) tahun yaitu tahun 2010 New Colt Diesel berhasil mencetak prestasi pencapaian produksi 100.000 unit New Colt Diesel pada tanggal 28 Januari 2010 lalu.
Mitsubishi sendiri memperkenalkan kendaraan niaganya pertama kali pada tahun 1970 dengan produk perdananya Colt T100. Kemudian pada tahun 1972 KTB meluncurkan Colt T120 yang merupakan pengembangan dari Colt T100 dan dikenal sebagai raja jalanan. Pada tahun 1972, KTB pun kembali mengeluarkan produk baru berupa Colt Diesel T200.
Pada tahun 1995 KTB kembali memperkenalkan produk baru berupa Colt Diesel FE 449 dengan box yang biasa digunakan untuk industri–ndustri kelas menengah. Tahun 2003 KTB menghadirkan produk unggulan Colt Diesel FE 334, sekaligus menancapkan image kepala kuning di Indonesia.
Ditahun 2011 dimana usia Colt Diesel yang memasuki usia 41 tahun sebagai market leader kendaraan niaga di Indonesia, semakin memperkokoh posisinya sebagai pemain nomor satu di segment kendaraan niaga, dengan hadirnya “Super Capacity” dengan produknya Colt Diesel FE HD-L.
Dengan kehadiran varian terbaru ini, kini Colt Diesel terdiri dari 4 Super: Super Economical, Super Speed, Super Power & Super Capacity. 4 Super ini mewakili 11 varian Colt Diesel. Dengan kehadiran Super Capacity Colt Diesel pun menjadi kendaraan niaga terlengkap yang siap memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia.
(ian)