JAKARTA - Sejak program dikenalkan pada 2010 silam, saat ini PT. Astra Honda Motor (AHM) telah menebar 12,855 batang pohon diberbagai daerah. Langkah peduli lingkungan AHM bekerja sama dengan Main dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) tersebut digelar lewat aksi berlabel Go Green with Honda.
Dalam aksi kali ini yang bertepatan juga dengan hari jadi ke 56 Yonbekang dihadiri langsung oleh Danyonbekang, Letkol, Eko Nursanto.
Dalam kegiatan ini sebanyak 1000 pohon Trembesi, Sengon dan Akasia ditanam di di Kelurahan Cililitan, Kramat Jati pada akhir pekan lalu. Rangkaian peduli lingkungan tersebut juga diikuti dengan lanjutan Program kali Bersih dan pengembangan masyarakat untuk mengolah sampah secara mandiri.
"Program peduli lingkungan merupakan kerjasama yang baik dalam meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan," ujar Wakil Walikota Jakarta Timur, Krisdianto dalam katerangan resmi WMS kepada Okezone.
Senada dengan CSR Dept. Head WMS, Andrea Soekamto mengatakan, masyarakat lingkungan padat seperti Jakarta perlu dihimbau tentang kepedulian terhadap lingkungan sekitar agar mampu menghadirkan suasana yang lebih hijau.
Lebih lanjut Krisdianto memberikan apresasi terhadap usaha yang dilakukan ATPM Motor Honda bekerja sama dengan Main dealernya, WMS. Krisdianto dalam sambutannya mengatakan kerjasama antara pihak swasta, pemerintah dan masyarakat ini baik untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat.
Selain penanaman pohon, program kali bersih juga berjalan sebagai langkah mengawasi kebersihan sungai di Jakarta. Tidak hanya membangun saung sebagai pusat Informasi dan kegiatan komunitas peduli Ciliwung, AHM juga menyediakan perahu karet untuk operasional angkut sampah. Hasil pengumulan sampah nantinya akan digunakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat bantaran kali dengan pelatihan dan penyediaan alat pembuat briket sampah.
Menutup acara yang berlangsung sejak pagi, dilakukan penanaman pohon secara simbolis sebagai tanda berjalannya program peduli lingkungan. Kepedulian dan kemandirian masyarakat pada lingkungan sekitar diharapkan mampu menjadi contoh bagi wilayah lainnya di Ibu Kota Jakarta, khususnya warga yang tinggal di daerah bantaran sungai.
(ian)