JAKARTA – Kemarin, Kamis (2/2/2012), ribuan pekerja di PT Suzuki Motor Indonesia (SMI) di Tambun, Bekasi, mengadakan aksi unjuk rasa. Mereka melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protesnya kepada perusahaan. Imbasnya, produksi kendaraan roda empat maupun roda dua mengalami gangguan dan terhenti.
"Ya, kemarin memang terjadi unjuk rasa di pabrik kami yang berada di Tambun, Bekasi. Mereka menginginkan Suzuki memenuhi Perjanjian Kerja Bersama dan juga kenaikan upah. Jika tidak dipenuhi, mereka alan melakukan aksi mogok kerja hingga 20 Februari mendatang,” terang Victor Assani, 2W Sales Territory Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), saat dihubungi Okezone, Jumat (3/2/2012).
Menurut Victor, ribuan pekerja yang melakukan unjuk rasa kemarin, hari ini tidak masuk kerja atau mogor kerja. Mogor kerja itu akan dilakukan hingga 20 Februari mendatang. Hal itu jika semua tuntutan dari para pekerja tidak dipenuhi oleh Suzuki. Namun, untuk saat ini hingga 20 Februari mendatang, stok unit Suzuki masih aman.
“Stok unit Suzuki saat ini hingga kedepannya masih tergolong aman. Stoknya masih cukup untuk memenuhi permintaan konsumen hingga 20 Februari mendatang. Namun, jika aksi mogok kerja parapekerja itu sampai 20 Februari, maka stoknya jelas akan terganggu,” tukas Victor.
Lebih lanjut, Victor menambahkan, para pekerja yang melakukan aksi unjuk rasa menginginkan beberapa tuntutannya di penuhi, seperti tuntutan, Laksanakan putusan hukum dan PKB 2010-2012 secara murni dan konsekwen, Kenaikan upah 2012 dan sundulan yang layak, Hilangkan intervensi asing terhadap ketenagakerjaan dan Segera selesaikan PKB 2012-2014 dan harus lebih baik dari PKB 2010-2012.
“Itu beberapa tuntutan aksi mogok kerja yang dilakukan ribuan pekerja kami di pabrik yang berada di Tambun, Bekasi, kemarin. Kami berharap, semuanya akan dapat teratasi. Jangan sampai mereka melakukan aksi mogok kerja hingga 20 Februari mendatang, karena akan sangat menggangu produksi kami,” tandas Victor.
(zwr)