Okezone Autos - Emisi Gas Buang Esemka Harus Berstandar Euro2
Getting Time...

Emisi Gas Buang Esemka Harus Berstandar Euro2

Aditya Maulana - Okezone
Selasa, 17 Januari 2012 17:04 wib
detail berita
F: Esemka Rajawali (Genta Wahyu/Okezone)

JAKARTA – Mobil karya siswa-siswi SMK yang belakangan ini menjadi bahan perbincangan masyarakat banyak, terutama saat akan dijadikan sebagai mobil nasional dan diproduksi secara massal.
 
Namun, untuk menggapai semua itu, banyak hal yang harus dilewati dan banyak rintangan yang telah dihadapi oleh para SMK sebelum menuju proses produksi massal. Salah satunya mobil Esemka diharuskan memiliki standar emisi gas buang Euro 2 yang telah ditetapkan Pemerintah kepada para produsen mobil lainnya sbeluim memproduksi mobilnya.
 
“Mobil Esemka ini diharuskan memiliki standar emisi gas buang Euro2 layaknya mobil yang diproduksi oleh ATPM di Indonesia. Untuk memenuhi standar yang ditetapkan pemerindah dalam dunia industri otomotif, maka kami terus melakukan perbaikan dan telah memasang filter pada knalpot serta tune up mesin, agar Esemka ini memiliki standar emisi gas buang Euro 2,” beber Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan SMK, kepada Okezone disela acara Pres Converence, di Kemendikbud, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
 
Menurut Joko, perizinan tersebut cukup berat jika dilihat dari kacamata mobil karya anak SMK. Karena, tujuan siswa-siswi SMK membuat mobil awalnya hanya untuk pembelajaran dan bukan untuk diproduksi secara massal.
 
Namun, karena banyak dukungan dari berbagai pihak mulai dari masyarakat, para politisi serta pemerintah negara, maka mobil ini direncanakan untuk masuk tahap produksi massal.
 
“Syarat sekelas itu menurut saya sangat berat. Karena, awalnya mobil ini dibuat untuk pembelajaran dan dengan membuat mobil seperti ini saja sudah sangat bagus. Jadi kami harap Pemerintah terkait tidak mempersulit uji emisi yang akan dilakukan mulai pekan depan di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),” tutur Joko.
(zwr)

  • fiqo » 0 Tanggapan
    Gak perlu lah standar luar negeri segala.. INDONESIA harusnya punya standar sendiri.. jd gak harus terus terusan berpatokan sama yang namanya euro 2 atau euro-euro yang laennya...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • r@hmad » 0 Tanggapan
    ini awal yg baik untuk dunia industri di indonesia,, untuk segala kekurangan yg ada pada produk ESEMKA mari semua pihak untuk ikut mencari cara dan solusi untuk memperbaikinya,bukan malah di hentikan....................
    Beri Tanggapan Laporkan
  • agus » 0 Tanggapan
    menurut saya , ESEMKA yg perlu di perhatikan adalah kelayakan mobil di jalan atau kita sebut KESELAMATAN (SAFETY ON THE ROAD), karena kualitas kendaraan dalam harga jual diliat dari performance mobil itu sendiri dan KESELAMATAN. Tapi kalo performance mobil itu sangat modern tapi harga mobil itu akan jatuh dan tidak layak utk di jual di pasaran hanya di karenakan kelayakan mobil beroperasi di jalan (SAFETY ON THE ROAD) tidak memenuhi standard international. Hal ini benar sekali karena saya melihat di USA (united of America) banyak sekali merek mobil import maupun lokal dg pembuatan tahun yg baru (2012) mreka akan dinggap mobil itu berkualitas dan dg harga yg tinggi itu adalah yg dilihat pertama adalah KESELAMATAN & KEYAMANAN (SAFETY N COMFORTABLE DRIVE) barulah diliat dari performance mobil itu sendiri, dan itu tidak akan memandang apakah mobil itu import atau lokal, tapi yg diliat adalah SAFETY & COMFORTABLE DRIVING ON THE ROAD..... that's it my friend, thanx
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dony » 0 Tanggapan
    anda tidak tau teknologi...masak aja di dapur
    Beri Tanggapan Laporkan
  • priyono » 0 Tanggapan
    Ui emisi itu gampang...alatnya saja yang mahal
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit