Okezone Autos - UGM Rancang Konverter Gas Buat Mobil
Getting Time...

UGM Rancang Konverter Gas Buat Mobil

Priyo Setyawan - Koran SI
Rabu, 11 Januari 2012 08:46 wib
detail berita
F: ist

YOGYAKARTA – Bahan bakar gas sebagai alternatif terbaik pengganti bahan bakar minyak (BBM) terus dikembangkan. Kali ini Universitas Gajah Mada sedang menyempurnakan menyempurnakan proyek prototipe konverter tenaga gas ke tenaga bensin untuk kendaraan roda empat.

Konverter tersebut saat ini sedang dipasang di mobil penelitian gas UGM. Seperti dijelaskan kata Ketua Tim Mobil Penelitian Gas UGM Jayan Sentanuhady, pengembangan prototipe konverter ini telah kami mulai sejak 2009.

Selain konverter gas, UGM juga mengembangkan beberapa tipe lain seperti konverter untuk hidrogen, mesin disel,dan sepeda motor. Jayan menjelaskan, dengan alat konverter itu, mobil bisa punya dua bahan bakar yakni bensin dan gas.

Cara kerja alat ini cukup sederhana. Gas dimasukkan ke dalam tabung bertekanan 200 bar, diletakkan di bagasi. Gas ini kemudian disalurkan ke mesin.Melalui konverter, tekanan dapat diturunkan menjadi 2-3 bar sebelum akhirnya masuk ke bagian injeksi gas dan manipol.

Untuk mengalihkan penggunaan bahan bakar,difungsikan tombol pengalih (switch) yang tertanam di sisi setir mobil. “Tenaga gas ini bisa diubah (switch) ke bensin, baik saat mobil berjalan maupun dengan kecepatan tinggi,” ujar dosen Jurusan Teknik Mesin dan Industri ini.

Menurut Jayan, prototipe konverter gas ini telah melalui tahap standardisasi pelatan konverter dan perawatan serta uji ketahanan mesin. Karena masih prototipe, harga konverter masih mahal. Dia berharap ada industri yang menindaklanjuti inovasi ini sehingga dapat dilakukan produksi massal. Jika hal itu terwujud, harga konverter dapat lebih terjangkau.

“Selain itu,untuk tabung gas juga masih terbatas yaitu baru dapat diperoleh di Jakarta,Palembang, dan Surabaya,” katanya. Jayan menyatakan, inovasi pemanfaatan konverter gas ini membuat mobil menjadi ramah lingkungan. Pasalnya, mobil menggunakan bahan bakar gas dan menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah. Selain ramah lingkungan,pemanfaatan gas dari sisi harga juga lebih murah 45 persen daripada bensin.

UGM menyatakan, pengembangan konverter gas juga mendukung upaya pemerintah mendorong penggunaan mobil pribadi dan angkutan umum untuk menggunakan BBG seiring dengan akan diberlakukannya pembatasan penyaluran BBM bersubsidi pada April mendatang. Dua jenis BBG yang didorong penggunaannya adalah compressed natural gas (CNG) dan liquid gas for vehicle (LGV). Opsi penggunaan BBG dikhususkan untuk pemilik mobil pribadi yang berpenghasilan terbatas.

“Atas pengembangan ini, kami harapkan bisa menjadi acuan pemerintah yang akan melakukan penerapan konvensi BBM kendaraan ke gas.Termasuk rencana pembatasan subsidi BBM bagi mobil pribadi,” kata Dekan Fakultas Teknik UGM Tumiran.
(zwr)

Beri komentar

TWITTER »
twit