Okezone Autos - Pasar Otomotif Nasional Melambat
Getting Time...

Pasar Otomotif Nasional Melambat

Sandra Karina - Koran SI
Sabtu, 12 November 2011 15:37 wib
detail berita
F: Perakitan Toyota Yaris (daylife)

BANDUNG - Krisis keuangan yang terjadi di sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, Yunani dan Italia serta banjir yang terjadi di Thailand diperkirakan bakal memengaruhi pasar sektor automotif pada tahun depan.

Presiden Direktur Astra International Tbk Prijono Sugiarto mengatakan, pasar automotif baik mobil maupun motor diperkirakan tidak akan mencapai dua digit atau hanya berada di bawah 10 persen. Prijono mengaku, saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terkait penjualan hingga akhir tahun ini.

“Menurut saya, kalau ada pertumbuhan akan sulit untuk double digit untuk motor dan mobil,” kata Prijono di sela-sela acara Workshop Wartawan Industri dan Automotif 2011 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/11/2011). Kendati demikian, Prijono berharap, krisis tersebut tidak terjadi dalam jangka waktu yang lama.

“Karena kalau terlalu lama tidak akan kuat juga. Saya rasa semua berharap negeri kita tercinta ini tetap akan tumbuh dan bisa meningkatkan employment serta pendapatan per kapita lebih baik. Karena, memang kalau kita lihat, krisis ekonomi akan berdampak pada krisis politik,” jelasnya.

Prijono mengaku, pihaknya tetap berharap, penjualan bisa mencapai satu juta unit di tahun 2014 mendatang. “Kalau Gaikindo katakan target 950.000 unit kan sudah mendekati satu juta unit. Ada yang katakan baru 2013-2014 bisa capai satu juta unit. Mudah-mudahan saja mendekati bahkan melampau satu juta unit. Jangan terlalu optimislah. Yang penting kita berjaga-jaga,” jelasnya.

Prijono menilai, Indonesia adalah salah satu negara yang bisa bertahan di tengah gelombang krisis. Dia menambahkan, sekitar 55-60 persen dari Product DomestPDB Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik. Hal itu, kata dia, menjadi salah satu kekuatan Indonesia.

“Tidak bisa dipungkiri krisis global akan merambat ke Asia khsusnya Indonesia. Namun, Indonesia bukan hanya sekedar jargon potensial,” kata Prijono. Prijono menambahkan, para investor tidak lagi melirik AS dan Eropa sebagai tempat untuk berinvestasi. Saat ini, kata dia, semakin banyak investor yang agresif untuk berinvestasi di Indonesia, China, dan India.

Sementara,Direktur PT United Tractors Tbk Gidion Hasan mengatakan, selama ini Thailand memasok alat berat jenis small medium sebesar 250-300 unit per bulan. Gangguan suplai akibat banjir di Thailand, kata dia, bisa diganti dari negara lain seperti China dan Jepang.

“Dampak banjir kami belum dapat problem berarti di Indoensia. Meski Komatsu China menghadapi ekses produksi. Namun, itu bukan masalah besar untuk menggantikan Thailand,” Gidion.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan, krisis ekonomi global bisa menimbulkan dampak negatif terhadap penjualan Toyota. Joko berharap, pemerintah bisa menanggapi krisis secara cepat.

Hingga saat ini, kata dia, pabrik Toyota di Thailand belum bisa melakukan produksi, Sehingga, Joko mengkhawatirkan, produksi dan penjualan di November 2011 akan terganggu. “Kami siap sekaligus waspada menanggapi krisis. Krisis menyebabkan likuiditas sulit,” ucapnya.
(zwr)

Beri komentar

TWITTER »
twit