Okezone Autos - "Jalan-Jalan" Wapres Boediono Telan Anggaran Rp33,213 M
Getting Time...

"Jalan-Jalan" Wapres Boediono Telan Anggaran Rp33,213 M

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Sabtu, 3 September 2011 14:45 wib
detail berita
Ilustrasi

JAKARTA - Pemerintah mengganggarkan tak kurang dari Rp33,213 miliar guna memenuhi tambahan perjalanan dinas Wakil Presiden (Wapres), pada Tahun Anggaran (TA) 2011. Anggaran tersebut, dialokasikan pada Sekretariat Wapres RI.

Hal tersebut tercantum pada realisasi penerbitan Surat Alokasi Bagian Anggaran (SABA) 999.08 - pengelolaan lain-lain Tahun Anggaran 2011 yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan pada web site resminya.

Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan Rp5,6 miliar guna Pengadaan Kendaraan Pendukung Rangkaian Very-Very Important Perseon (VVIP) Wakil Prtesiden dan Kendaraan Operasional Eselon I TA 2011 yang dialokasikan pada Sekretariat Wapres RI.

Anggaran ini lebih besar dari Penyiapan Masterplan Pembangunan Ekonomi Indonesia untuk Tahun 2011 yang dikelola oleh Kementeri Koordinator Bidang Perekonomian sebesar Rp11,059 miliar.

Sekadar informasi, SABA 999.08 merupakan salah satu revisi anggaran yang kewenangannya didelegasikan kepada pemerintah lewat Kementerian Keuangan. Revisi ini merupakan pergeseran anggaran belanja dari Bagian Anggaran Bendaharawan Umum Negara 999.08 (BA BUN 999.08) ke Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (BA K/L).

Beberapa poin penting dari revisi pergeseran anggaran BA BUN ke BA K/L adalah anggaran belanja yang dilakukan pergeseran merupakan tambahan anggaran belanja pada tahun anggaran berjalan, namun tidak diperhitungkan sebagai angka dasar pada tahun anggaran berikutnya.

Selain itu, anggaran belanja yang telah digeser tidak dapat direvisi kembali tanpa persetujuan Menteri Keuangan dan anggaran belanja yang telah digeser diklasifikasikan dalam ouput tersendiri dan diberi kode mata anggaran sesuai dengan bagan akun standar.

Sampai dengan Agustus 2011 Kementerian Keuangan telah menerbitkan 25 SABA dengan total nominal lebih dari Rp2,655 triliun. (nia)
(rhs)

Beri komentar

TWITTER »
twit