JAKARTA - Sebagai basis inti industri di wilayah Selatan Barat Cina, kota Liuzhou telah membentuk sistem industri yang didukung oleh tiga sektor utama, yaitu industri mobil, permesinan dan metalurgi ekstraktif.
Dari ketiga sektor utama yang dibentuk peluang investasi bagi pengusaha Indonesia di negara China semakin terbuka luas. Pemerintah China mengundang para pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di sektor manufaktur.
Peluang yang ditawarkan melalui platform pameran China-ASEAN (Liuzhou) yang akan digelar pada 8 sampai 10 Desember 2011 di kota Liuzhou, Guangxi, China ini menawarkan peluang investasi diantaranya industri mobil, peralatan konstruksi dan suku cadang dan komponen.
"Saat ini kami menyediakan berbagai macam produk yang sebagian besarnya bermain di sektor automotif. Dan pada 2010, produksi automotif gabungan dan penjualan di Cina tumbuh 32 persen," ungkap Mr Gu Zhangwei, Dirjen Komisi Perdagangan Kota Liuzhou.
Sambungnya, dengan demikian Liuzhou membuka peluang yang sangat besar kepada para pelaku industri otomotif di Indonesia untuk bergabung berinvestasi di negara Cina.
Menurutnya, jika para pelaku industri automotif di Indonesia mau bekerjasama berinvestasi dengan Cina, khususnya Kota Liuzhou, perkembangan dunia otomotif di Cina maupun Indonesia akan semakin bervariatif. Tentunya akan mempermudah purna jual yang lebih kuat.
(zwr)