JAKARTA- Sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya, PT Astra Honda Motor (AHM), hari ini memberangkatkan sekira 2.000 pemudik ke berbagai kota tujuan di Jawa Tengah. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo resmi melepas rombongan.
Berbeda dari gelaran 'Mudik Bareng Honda' tahun-tahun sebelumnya, untuk kali ini AHM menyediakan fasilitas 63 bus yang bisa digunakan oleh para pemudik dan 20 truk guna mengangkut sekira 800 unit sepeda motor.
"Tahun ini memang konsepnya berbeda sesuai anjuran pemerintah tentang imbauan mudik tanpa sepeda motor, maka kami sediakan bus dan truk. Truk untuk mengangkut sepeda motor kepunyaan si pemudik, sementara orangnya naik bus hingga tiba di tempat tujuan," sebut Head Division Honda Customer Care Center (HC3) AHM Istiyani Susriyati dalam sambutannya di Kantor Pusat AHM, Jakarta, Selasa dini hari (7/9/2010).
Sementara itu Fauzi Bowo mengaku, fasilitas yang disediakan AHM ini sedikit banyak telah membantu mengurangi angka kecelakaan di jalan raya saat mudik yang melibatkan pengguna sepeda motor. "Dengan failitas seperti ini Insya Allah pemudik akan lebih aman dan nyaman," paparnya.
Sebanyak 20 truk pengangkut ratusan sepeda motor Honda sebelumnya telah berangkat lebih dulu pada 5 September 2010. Sementara rombongan bus menyusul berangkat tadi pagi.
Langkah tersbeut ditempuh, kata Istiyani karena diharapkan ketika si pemudik tiba di kota tujuan maka sepeda motornya telah dalam kondisi siap pakai di kampung halaman.
"Kita akan pastikan sepeda motor milik pemudik kondisinya sama dengan sebelum diangkut ke truk. Karena itu kita perlu lakukan cek ulang baik kelengkapannya seperti spion serta helm, termasuk penomoran agar motor tidak tertukar dengan orang lain," sambung dia.
Tak sampai disitu, satu lagi inovasi Honda, mereka memfasilitasi juga konsumen yang ingin balik kembali ke Jakarta dari kampung halamnnya.
"Nanti pada 18 September 2010 kita adakan 'Balik Bareng Honda' dari Semarang menuju Jakarta. Kita sediakan satu truk dan 2 bus. Memang masih terlihat minim karena ini baru pertama kali kita gelar jadi sebagai pembelajaran juga buat kita," lanjut wanita ramah itu.
Seluruh persyaratan 'Balik Bareng Honda' ini sama dengan 'Mudik bareng Honda' hanya saja yang ingin balik ke Ibukota bersama AHM wajib memiliki KTP DKI Jakarta. "Kita tidak mau fasilitasi mereka-mereka yang ingin urbanisasi ke Jakarta. Ini juga sesui anjuran pemerintah DKI Jakarta," ungkapnya. (uky)