CISARUA - Kasus somasi yang sempat dilayangkan Yamaha kepada PT Triangle Motorindo (TM) selaku produsen sepeda motor Viar sepertinya memang tak berdampak negatif pada pabrikan yang berpusat di Semarang, Jawa Tengah itu.
"Somasi malah membuat Viar semakin dewasa," tegas Marketing Division Head TM, Ahmad Zafitra Dalie, di sela acara 'Touring Viar Vior Jakarta-Puncak', Senin (30/8/2010) malam.
Dengan adanya somasi tersebut, kata Dalie, membuat TM terus berkreasi mengembangkan model-model baru yang lebih inovatif guna menarik lebih banyak konsumen.
"Intinya kita jadi belajar salahnya di mana dan berusaha membuat cetakan model sendiri yang jauh dari model mereka. Toh kasus somasi di Lampung pun berakhir tidak jelas," lanjutnya.
Kasus somasi yang terjadi pada Viar oleh Yamaha, masih menurut Dalie, malah berhasil menciptakan kreasi yang lebih baik untuk berusaha bersaing di pasar dengan terbuka. Bahkan sebenarnya tanpa somasi, para produsen Jepang bisa memetik keuntungan tersendiri.
"Sebenarnya dengan model yang mirip-mirip ini, mereka bisa lebih menunjukkan siapa yang terbaik bersama-sama dengan kita kepada masyarakat," sambung Dalie.
Selain itu, sebenarnya di industri automotif, sulit untuk bisa menciptakan model yang benar-benar baru. "Contoh mobil-mobil sekarang, antara merek Eropa dengan Jepang terkadang ada bagian yang mirip. Jadi sebenarnya sama saja kasusnya, tinggal bagaimana mereka memandang," tukas dia. (uky)