JAKARTA - Memproduksi massal sebuah kendaraan bermotor tentu memiliki sejumlah persiapan yang patut diperhitungkan dengan matang.
Hal ini diakui juga oleh Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), Johnny Darmawan. Namun, dia memberikan beberapa saran kepada para produsen mobil nasional (mobnas) agar mereka bisa sukses di pasar automotif dalam negeri.
"Membuat mobil dengan produksi massal tidak segampang yang dibayangkan karena artinya mereka bukan bermain dalam skala kecil," tegas Johnny ketika ditemui di sela acara 'Buka Puasa Bersama' di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (18/8/2010).
Karena itulah, sebut Johnny, perlu dipikirkan bagaimana mengenai desain dan teknologi dari mobil yang akan diproduksi tersebut. "Kalau melihat yang buatan siswa SMK, desain sudah bagus, tapi bagaimana dengan teknologinya," lanjut dia.
Setelah antara desain dan teknologi tercapai sebuah ramuan yang cocok, lanjut Johnny, maka artinya Indonesia mulai berlajar untuk membangun mobil sendiri. Tapi tentu tidak cukup sampai di situ.
"Harus dipikirkan lagi bagaimana pemasarannya, jaringan distribusinya, pelayanan purna jualnya, semua itu butuh tim R&D (Reasearch and Development). Dan tim R&D ini yang membutuhkan biaya yang sangat-sangat besar," tegas dia.
Meski demikian, sebagai tahap awal apa yang dilakukan para produsen mobnas patut diberikan dukungan. "Semua pihak harus mendukung mereka karena kalau tidak, susah bagi mereka untuk berkembang," tutup Johnny. (uky)