JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menegaskan, wacana tentang rekayasa pembatasan kendaraan bemotor pada jam-jam sibuk di kawasan tententu diterapkan sambil menunggu pembangunan Mass Rapid Transit (MRT).
Menurut Fauzi, semua terobosan rekayasa teknik jalan itu akan segera diterapkan sambil menunggu pembangunan MRT, pengembangan busway, dan pembangunan jalan susun selesai.
Dia mengungkapkan, penerapan jalan melalui penertiban dan pengaturan lalu lintas jalan bukan hanya berdasarkan faktor teknis untuk menyelesaikan kemacetan, melainkan berdasarkan pendekatan komprehensif yang terkait masalah sosial dan ekonomi yang semuanya tertuang dalam Pola Transportasi Makro (PTM).
”Saya tekankan kembali untuk kota sebesar Jakarta diperlukan pengembangan transportasi yang menjadi prioritas dalam agenda pembangunan. Itu tidak bisa ditawar lagi. Saat ini kita sedang bangun transportasi massal berbasis MRT dan bus rapid transit (BRT),” ujarnya.
Pembangunan MRT dan BRT akan dilakukan bertahap karena diperlukan persiapan rencana dan anggaran yang terencana dengan baik.
Sambil MRT dan BRT berjalan, Pemprov DKI pun melakukan rekayasa teknik jalan yang diharapkan dapat mengurai kemacetan di Jakarta. Selain pembatasan sepeda motor di jam-jam sibuk pada kawasan tententu, langkah lainnya yakni operasi sterilisasi di beberapa ruas jalan di Jakarta. (uky)