LOS ANGELES- Setelah banyak menerima keluhan akibat gangguan pada sistem kemudinya, Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (AS) (National Highway Traffic Safety Administration/NHTSA) kini mempertimbangkan untuk memerintahkan Toyota menarik Corolla.
NHTSA saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap 1,2 juta unit Toyota Corolla yang diduga bermasalah pada sistem kemudinya. Dan bila terbukti ada cacat produksi, maka Toyota harus rela kembali melakukan aksi recall.
Namun pihak Toyota menyangkal adanya kasus yang dialami sejumlah pengguna Corolla yang bisa menyebabkan kecelakaan. "Toyota telah melakukan penyelidikan ini, dan memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah yang terjadi di para pelanggan kami," ucap sumber Toyota dalam keterangan resminya seperti dikutip dari Autoevolution, Jumat (19/3/2010).
Menurut pabrikan Jepang itu, masalah sistem elektronik tersebut mungkin terjadi pada Corolla dan matrix produksi 2005-2007. Namun ketika masalah itu terjadi biasanya ada indikator yang menyala di dashboard.
Berdasarkan penyelidikan NHTSA, ada setidaknya 0,8 persen dari seluruh model Toyota Corolla yang telah diproduksi lebih dari 10 tahun yang disinyalir memiliki kelainan pada sisitem elektronik tersebut.
Dan masalah yang sama sepertinya juga akan terjadi pada Pontiac Vibe produksi 2005-2007 yang merupakan saudara kembar dari Toyota Matrix. (uky)