NEW DELHI - Hampir sama dengan yang terjadi di Indonesia, di India, Honda belum berniat untuk mengembangkan produksi motor-motor sport ber-cc besar. Mereka lebih konsentrasi pada motor jenis bebek dan skutik.
Besarnya permintaan sepeda motor di India membuat Honda kembali meningkatkan kapasitas produksinya dengan membangun pabrik baru di negara itu. Sayangnya motor Honda ber-cc besar bukan jadi prioritas utama.
Honda Motorcycle & Scooter India (HMSI) mengungkapkan rencana untuk membangun pabrik produksi sepeda motor Honda kedua untuk memenuhi permintaan pasar di India yang meningkat 20 persen tiap tahunnya.
Dengan menggunakan lahan seluas 240.000 m2, pabrik kedua HMSI tersebut akan berada di Kawasan Industri Tapukara, Rajasthan, India sekira 90 Km dari pusat kota New Delhi. Demikian dikutip dari Autoevolution, Sabtu (13/3/2010).
Melalui total investasi akan sekira 4,7 milyar Rupee (Rp9,2 miliar), pabrik kedua yang berkapasitas 600.000 unit tiap tahunnya itu akan berkonsentrasi pada teknologi otomatisasi serta ramah lingkungan.
Selain itu, HMSI juga akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan dari sebelumnya 1,25 juta unit menjadi 1,55 juta unit pada akhir bulan ini, yang rencananya akan terus berlanjut hingga mencapai angka 1,6 juta unit produksi per tahun. Artinya, jika ditambah dengan produksi di pabrik kedua, maka total produksi tahunan HMSI akan mencapai 2,2 juta unit.
Semua yang dilakukan HMSi diprediksi akibat India yang menjadi pusat pasar sepeda motor terbesar kedua setelah China dengan penjualan motor sebanyak 8,78 juta unit di 2009 atau naik sebesar 19 persen dibanding penjualan 2008.
Dan Honda CB Twister 110 cc masih menjadi yang terlaris dengan menyumbang sekira 50 persen dari total penjualan HMSI dipasar domestik.
Karena itulah, pabrik baru HMSI ini nantinya juga akan terus memproduksi motor-motor Honda berkapasitas 110 cc termasuk untuk jenis skuter matik (skutik). (uky)