Okezone Autos - Produsen Mobnas Minta Pemerintah Batasi ATPM Asing
Topik » Suzuki more...
Getting Time...

Produsen Mobnas Minta Pemerintah Batasi ATPM Asing

Prasetyo Adhi - Okezone
Rabu, 24 Februari 2010 09:58 wib
detail berita
(foto: prasetyo/okezone.com)

JAKARTA- Keinginan produsen mobil nasional agar karya anak-anak bangsa untuk masuk ke segmen kendaraan mikro dengan harga terjangkau mungkinkah akan bersaing dengan produsen asing yang juga tertarik terjun ke pasar ini?

Bila melihat realitas yang ada sekarang, beberapa agen tunggal pemegang merek (ATPM) asing sudah memberikan wacana kepada pemerintah untuk memproduksi mobil dengan kapasitas mesin kecil dan harga yang lebih terjangkau. Artinya ini tentu akan bersaing ketat dengan merek-merek seperti Arina, GEA, Tawon, Komodo, dan Wakaba.

Demikian diungkapkan Ketua Asosiasi Industri Automotive Nusantara (Asianusa), Ibnu Susilo, ketika ditemui di Gedung Departemen Perindustrian (Depperin) Jakarta, Selasa (23/2/2010).

Menurut Ibnu, gaung akan hadirnya pemain-pemain asing di segmen kendaraan kecil yang murah sudah santer terdengar. "Jadi saat ini sebenarnya ada segmen yang kosong antara pengguna sepeda motor dengan mobil yang cukup besar. Nah segmen ditengah-tengah ini yang akan diisi oleh para anggota Asianusa. Sayangnya ATPM asing pun mulai tertarik menggarap segmen tersebut," ujar dia.

Karena kata Ibnu, disegmen yang masih tidak terjamah itu, ada potensi pasar sekira 300.000-600.000 unit. Itu pun baru sekedar hitungan kasar, sebab bila benar-benar digarap, ada potensi hingga jutaan unit.

"Yang ada sekarang kan para pemilik sepeda motor masih terlalu jauh untuk membeli mobil karena harganya yang terlalu tinggi diatas Rp100juta, nah kita ingin masuk kerentang harga Rp30 juta-Rp100 juta," tambah dia.

Oleh sebab itu, papar Ibnu, Asianusa berkeinginan agar pemerintah memberikan perlindungan terhadap para produsen mobnas ini agar tak tergerus oleh pemain-pemain asing yang sudah mapan. "Memang benar kita masih bayi, tapi bayi itu perlu dilindungi, perlu disuapi, agar ketika dewasa ia menjadi pemain yang tangguh," katanya mencoba berfilosofi.

Ia pun berharap, bentuk proteksi pemerintah itu dilakukan dengan cara membatasi pemain-pemain asing untuk tidak masuk ke segmen kendaraan mikro berharga murah tersebut. "Para ATPM itu sudah mapan di kelas menengah ke atas, biarlah kita main di kelas menengah ke bawah dan jangan campuri kami. Pemerintah yang harus membatasinya," tegas Ibnu. (uky)

Beri komentar

TWITTER »
twit