NEW DELHI - Mobil produksi Bajaj Auto yang akan dipasarkan oleh aliansi Renault-Nissan di India, dipastikan akan lebih kecil dari Suzuki Alto.
Demikian diungkapkan Executive Vice President Renault Asia Africa Management Committe, Katsumi Nakamura seperti dikutip okezone dari Business Standard, Kamis (21/1/2010).
"Mobil yang sedang kita diskusikan dengan pihak Bajaj dipastikan lebih kecil dari city car seperti Suzuki Alto," ungkap Nakamura.
Sebelumnya, Chairman dan CEO Renault, Carlos Ghosn tahun lalu telah mengumumkan akan ada aliansi antara Renault-Nissan bersama Bajaj Auto bakal memproduksi mobil berbiaya rendah yang akan diluncurkan 2012 mendatang.
Ghosn menyatakan, desain, teknik, sumber dan manufaktur akan ditangani oleh Bajaj Auto. Sedangkan pemasaran dan penjualan akan diurus Renault-Nissan. Dan yang paling penting mobil tersebut tidak menggunakan nama Bajaj.
Sebelumnya Renault-Nissan merencanakan mobil murah tersebut akan mulai tersedia di pasaran pada 2011, namun kemudian ditunda demi mempertimbangkan harga serta desain yang dipilih.
Awalnya, ketika proyek ini diumumkan 2007 silam, Renault ingin membangun satu mobil murah guna menandingi Tata Nano di India. Tapi ternyata Bajaj menginginkan untuk lebih fokus pada penghematan konsumsi bahan bakar dengan digunakannya teknologi twin spark (DTS-i). (uky)