JAKARTA - Beda harga jual Chevrolet Spark yang jauh di India dan Indonesia ternyata dipengaruhi berbagai hal.
Demikian diungkapkan Marketing and Public Relations GMAI (General Motors Autoworld Indonesia) Debora Amelia Santoso ketika ditemui di Cilandak Town Square, Jakarta, Kamis (14/1/2010).
Dia menuturkan, di India, city car Chevrolet tersebut bukan didatangkan dari pusat General Motors (GM) di Detroit, Amerika Serikat (AS) atau pun diimpor dari Thailand. "Tapi mereka rakit sendiri," katanya.
Dan untuk di Indonesia, GMAI selaku pemegang merek Chevrolet bukan impor dari India, melainkan melalui Korea. "Nah pajak bea masuk dari Korea dengan India kan berbeda, kecuali kita rakit Spark juga disini, mungkin harganya tidak akan beda terlalu jauh," papar Amelia.
Meski tidak bisa secara rinci menyebutkan berapa pajak yang dibebankan ketika Spark tiba di dalam negeri, tetapi ia memperkirakan total pajak untuk mobil yang didatangkan secara utuh tersebut mencapai lebih 30 persen.
"Jadi tidak bisa kita jual dengan harga yang sama seperti di India. Apalagi kalau kita impor langsung dari AS pasti harganya lebih tinggi," tuturnya.
Sebagai informasi, Chevrolet Spark anyar di India dilepas sekira Rp80 jutaan. Namun GMAI berencana mematok harga city car tersebut Rp150 jutaan. (uky)