
(Foto: Prasetyo/okezone)
JAKARTA - Karena mendominasi penjualan automotif di dalam negeri, maka ketika industri ini dihantam badai krisis ekonomoi global, pendapatan lembaga pembiayaan (leasing) pun ikut terjun bebas.
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memperkirakan, nilai pembiayaan automotif secara nasional tahun ini akan turun 10-20 persen. Penyebabnya apalagi kalau bukan dampak krisis ekonomi dunia.
Krisis tersebut telah memengaruhi bisnis perbankan sehingga pendanaan untuk perusahaan multifinance pun turun. "Pada saat yang sama, penjualan automotif juga terpukul. Per Februari 2009, penjualan mobil domestik turun 27 persen dibandingkan Februari 2008 menjadi 34.499 unit," ujar Ketua APPI Wiwie Kurnia ketika ditemui di Jakarta.
Pada periode sama, penjualan motor pun ikut-ikutan anjlok 11 persen menjadi 414.587 unit. Akibatnya, tentu saja banyak perusahaan pembiayaan yang menurunkan target pembiayaannya tahun ini. PT Federal International Finance (FIF) mengakui, target pembiayaan tahun ini turun lebih dari 10 persen dari realisasi tahun lalu.
"Tahun lalu, penjualan motor baru mencapai 962.000 unit dan motor bekas 190.000 unit.Tahun ini kami turunkan jadi 850.000 unit untuk motor baru dan motor bekas tetap di sekitar 190.000 unit," ujar Direktur Pemasaran FIF Margono Tanuwidjaja.
Ujungnya, nilai pembiayaan yang bakal disalurkan FIF tahun ini turut menciut. Margono menghitung, pembiayaan yang dikucurkan FIF tahun ini hanya mencapai Rp11 triliun.
Padahal sepanjang 2008 lalu, FIF berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp12,5 triliun. Itu berarti, target pembiayaan FIF tahun ini lebih rendah 13,64 persen dibandingkan realisasi tahun lalu. (uky)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com