
(Foto: Prasetyo/okezone)
JAKARTA - Setelah menguji ketangguhan Hyundai i20 di padang pasir Gunung Bromo, kini giliran medium city car tersebut diuji kelincahannya menelusuri kota Bali.
Berbeda dengan saat di Bromo yang menggunakan Hyundai i20 bensin bertransmisi otomatik, ketika di bali Kami malah menjajal i20 CRDi diesel.
Perbedaan terasa cukup signifikan. Tenaga yang memuncak pada Hyundai diesel ini begitu terasa saat putaran mesin mencapai 2.000-2.500 rpm.
Ketika mengendarai mobil ini kami merasa cukup kaget juga dengan tenaga yang dimiliki i20. Sebab, untuk ukuran mesin 1.400 cc 4 silinder, 16 katup, kemampuan i20 CRDi lebih dari cukup dibandingkan city car lainnya.
Dijalan perkotaan, mobil seharga Rp177,5 juta on the road Jakarta ini lincah meliuk ditengah kemacetan kota Denpasar dan sekitarnya. Apabila menemui jalan yang menanjak, mobil pun enteng diajak berakselerasi. Cukup geser tuas transmisi ke gigi lebih rendah, ijak pedal gas, dan anda bisa merasakan sensasi tenaganya.
Menuju ke lokasi Garuda Whisnu Kencana (GKW) di Uluwatu, kami pun terus berusaha mengeksplorasi Hyundai i20 CRDi ini. Beberapa kali terpaksa kami harus menyalip kendaraan yang berjalan cukup pelan didepan kami. Untuk melakukan hal tersebut i20 pun tanpa banyak bicara bisa melaksanakannya dengan mudah.
Tiba di GWK setelah start dari diler Hyundai Bali di Denpasar, konsumsi bahan bakar i20 CRDi pun cukup bersahabat dengan kantong. Mobil diesel ini hanya mengkonsumsi kira-kira 20 liter solar tiap kilometer.
Tenaga besar, lincah, namun irit konsumsi bahan bakar, mungkin inilah yang ditonjolkan HMI guna merebut pasar medium city car. Apalagi, hingga hari ini belum ada kompetitornya yang menggunakan mesin diesel. (uky)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com