
BANDUNG - Maraknya mobil yang diimpor secara utuh (CBU/Completely Built Up) melalui importir umum (IU) membuat sebagian agen tunggal pemegang merek (ATPM) angkat bicara.
Sebab, keberadaan mobil-mobil tersebut bisa sebenarnya bukan tanggung jawab para ATPM.
"Kalau konsumen beli mobil CBU dari IU maka yang harus bertanggung jawab ya pihak penjual, bukan kami sebagai ATPM," ujar CEO PT garuda Mataram Motor (GMM) sebagai pemegang merek Audi dan Volkswagen (VW) di Indonesia, Andrew Nasuri di sela tes drive VW Touran ke Bandung Jawa barat, Senin (15/6/2009).
Karena itulah, tegasnya, ketika terjadi gangguan dari mobil yang dimaksud, hendaknya konsumen mendatangi pihak penjual. "Kalau datang ke kita itu bisa dikategorikan grey market," ungkapnya.
Sayangnya, lanjutnya, kebanyakan para IU lepas tangan soal pelayanan after sales servis kendaraan yang mereka jual. "Ujung-ujungnya konsumen lari ke dealer resmi," tutur Andrew.
(uky)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com