JAKARTA - Peluang Indonesia menaikkan volume ekspor mobil jenis multi purpose vehicle (MPV) masih besar. Pasalnya, persaingan ekspor MPV tidak begitu ketat. Apalagi saat ini, Indonesia sudah fokus memproduksi mobil jenis MPV.
"Untuk kawasan ASEAN kita hampir tidak menemui kompetitor, karena ekspor dari Thailand itu hanya fokus di sedan kecil dan Pick up," timpal kata Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika, Departemen Perindustrian Budi Darmadi, di Jakarta, Kamis (28/12/2007) kemarin.
Selain jenis MPV, beberapa mobil jenis sport utility vehicle (SUV) asal Indonesia juga diekspor. Sejumlah merek SUV yang sudah diekspor adalah Daihatsu Terios, Toyota Rush dan Fortuner.
Mobil SUV asal Indonesia ini banyak diekspor ke negara di Kawasan Timur Tengah dan Amerika Latin. Budi menuturkan, SUV asal Indonesia diminati karena bodinya yang tinggi. "Jadi cocok dengan medan yang ada di Timur Tengah dan Amerika Latin," imbuhnya.
Budi mengungkapkan, selain mobil asal Indonesia masih diminati, pertumbuhan ekspor completely bulit up (CBU) juga ditunjang keberadaan pelabuhan mobil (carpot) di Tanjung Priok.
Faktor lain yang menopang tumbuhnya ekspor CBU adalah rencana sejumlah prinsipal mobil yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk beberapa merek.
Rencananya, Indonesia akan dijadikan basis produksi untuk Toyota Fortuner dan Nissan Grand Livina mulai 2008. "Dengan begitu, kemungkinan merek mobil asal Indonesia yang akan diekspor dalam bentuk CBU akan bertambah," papar Budi.
Data Depperin menyebutkan, ekspor CBU asal Indonesia pada 2007 mencapai 45.000 unit atau naik 30% dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 31.200 unit. Volume ekspor mobil CBU Indonesia mencapai 10 persen dari total produksi tahun ini yang diperkirakan mencapai 420.000 unit. Sementara untuk ekspor completely knock down (CKD) set pada 2008 diprediksi naik menjadi 148.000 unit dengan utilisasi 60 persen atau naik dibandingkan 2007 sebesar 128.045 dengan utilisasi 49 persen. Sedangkan ekspor CKD set pada 2006 hanya mencapai 115.000 unit dengan tingkat utilisasi 34 persen.
Depperin menargetkan investasi tambahan untuk sektor automotif pada tahun depan menembus Rp 5,5 triliun.
Target itu lebih tinggi dibandingkan realisasi 2007 yang mencapai Rp 4,15 triliun. Peningkatan investasi itu dilakukan guna menambah kapasitas produksi industri automotif nasional. Depperin menargetkan total produksi mobil pada tahun ini mencapai 420.000 unit. Pada 2008, produksi mobil diproyeksikan mencapai 525.000 unit. Sedangkan untuk motor, produksi tahun ini diproyeksikan mencapai 4,8 juta unit, naik dibandingkan 2006 sebesar 4,4 juta unit. Untuk 2008, produksi motor diproyeksi menembus 5,3 juta unit.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) belum lama ini mengatakan, target penjualan mobil pada 2008 diprediksi menembus angka 525.000 unit atau naik 20 persen dibandingkan tahun ini sebesar 425.000 unit. Dia memprediksi pasar automotif nasional masih didominasi oleh jenis mobil MPV. Sama halnya dengan ekspor CBU.
(ton)