Sabtu, 26 Juli 2008 - 14:31 wib

Idmoc, Wadah Kumpul Pemilik Mobil Mitsubishi

Anton Suhartono - Okezone

Salah satu kegiatan Idmoc di Senayan/Idmoc

Salah satu keuntungan berkumpul dalam klub automotif adalah berbagi ilmu dalam mempelajari jeroan mobil. Hal ini yang mendasari berdirinya Indonesia Mitsubishi Owners Club (Idmoc) delapan tahun silam.

Organisasi yang berdiri sejak tahun 2000 ini, digagas untuk mengakomodir pengguna mobil Mitsubishi yang ingin tahu banyak mengenai kemampuan dan menjinakkan dapur pacu mobil berlogo Tiga Berlian ini. Inilah yang mendasari Firmansjah Saftari dan Mohamad Riza Ishar mendirikan Idmoc.

Idmoc memang bukan satu-satunya klub Mitsubishi. Masih ada klub lainnya, seperti Aiwon dan Klub Kuda. Namun masing-masing memiliki ciri khas. Ada yang didominasi kalangan muda yang gemar modifikasi atau minat lainnya.

Menurut, koordinator Idmoc, Nugroho Agus Wibisono, kebanyakan anggota Idmoc merupakan pemilik mobil Mitsubishi yang pembuatannya di bawah tahun 2000. Oleh karena itu pengetahuan akan mesin menjadi hal penting mengingat mobil ini sudah tak diproduksi. Meski demikian Nugi, panggilan akrab Nugroho menyatakan, pihak Krama Yudha Tiga Berlian Motors selaku pemegang resmi meren Mitsubsihi di Indonesia memberikan jaminan, mobil-mobil Mitsubishi di Indonesia dijamin ketersediaan spare part-nya. "Bahkan mobil Mitsubishi produksi tahun 70-an pun dijamin suku cadangnya," kata Nugi.

Selain itu, lanjut Nugi, mobil Mitsubishi kental dengan kesan balap, terutama jenis sedan. Ini juga yang menjadi alasan, mengapa anggotanya gemar membedah isi mobil hanya untuk mengetahui kemampuannya. Bahkan saat event drag race ramai di Indonesia, Idmoc memiliki tim balap sendiri yang andal. "Mobil Mitsubishi itu cepat. Bawaannya jika mengendarai mobil ini ingin mealju dengan cepat," imbuh Nugi.

Saat ini Idmoc sudah berkembang dengan 300 anggota aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Di antaranya terdapat di Medan, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, bahkan Kalimantan. Sebagian besar merupakan pemilik model Dan Gan, Eterna, dan Lancer, baik jenis CB4 dan CB5 (DOHC, GTi). Ada juga yang memiliki kendaraan jenis komersial. Sebelumnya pemilik model Kuda juga bergabung dalam Idmoc. Namun karena mobil ini, ketika itu, termasuk baru banyak hal yang tak dapat dijawab terutama terkait dengan mesin. Oleh karena itu, pemilik Kuda membentuk klub tersendiri.

Nugi mengakui sistem data base Idmoc baru belakangan ini dirapihkan. Sehingga penataan pun baru bisa dilakukan. Termasuk anggota yang saat ini sudah tidak menggunakan mobil Mitsubishi lagi. Menurutnya anggota yang sudah menjual atau mengganti mobil Mitsubishinya dengan model lain, harus mengganti stiker. Jika mobil sudah berpindah tangan, maka yang bersangkutan diminta untuk melepas stiker di mobilnya. Namun nugi menegaskan, ia tetap bagian dari klub.

Jumlah 300 tersebut, belum termasuk yang terdata di dunia maya. Setidaknya sudah 1.000 orang lebih bergabung di komunitas Idmoc atau melalui mailing list. Dari sini biasanya bermula ide-ide segar untuk mengadakan event atau sekedar kumpul bareng. Idmoc sendiri touring mengadakan kopi darat di Mid Point Senayan setiap Jum'at malam.

Nugi menandaskan dalam mengelola organisasi, Idmoc mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan. Oleh karena itu, tak heran jika di milist anggotanya tak hanya pemilik mobil Mitsubishi, "Kami punya prinsip kebersamaan. Tak hanya sesama pemilik Mitsubishi namun setiap pemilik mobil. Pernah pemilik mobil lain ikut acara kita dan disambut dengan baik," katanya. Inilah yang menjadi alasan Idmoc mengusung slogan "Brotherhood Spirit Will Alive".

Meski memposisikan diri sebagai organisasi independen, Nugi mengatakan, hubungan Idmoc dengan KTB sangat baik. Jika Idmoc mengadakan kegiatan, KTB selalu memberikan sokongannya juga seperti klub Mitsubishi lainnya. Hal ini sangat penting untuk menjaga hubungan antara produsen dan konsumennya.

Tahun ini atau tepatnya, pertengahan Agustus, Idmoc mengagendakan pergantian kepengurusan pusat. Di samping kegiatan dadakan touring dan work shop sebagai ciri khas komunitas automotif.(ton)
(mbs)

BERITA LAINNYA

  • tidak ada berita lainnya