Jum'at, 4 Juli 2008 - 10:43 wib
Modifikasi
Rombak Toyota Ist Lebih Elegan
Sejak awal, Paul Fortune, ingin memodifikasi Toyota Ist 2003 miliknya agar bisa tampil lebih mewah. Meski mobil itu sudah sangat elegan dibandingkan rival sekelasnya.
"Standarnya sih sudah bagus. Garis bodi melingkar di fender seolah-olah menunjukkan mobil ini kekar," ujar pemilik bengkel Fortune di bilangan Lampiri, Bekasi ini. Karena tak puas, ia mengubah konsep mobil tersebut agar tampil lebih VIP. Dengan catatan, modifikasinya tak boleh ekstrem.
Perubahan harus minim, tapi tetap bisa eye catching. Itu sebabnya warna merah untuk menarik perhatian jadi pilihan. "Saya pakai cat merah candy dari Spies Hecker. Warna ini mencolok, tapi enggak norak," sebutnya.
Namun, sebelum ia melebur bodi dengan cat tersebut, Paul bercerita kalau sebelumnya tiap sudut mobil diubah dengan sentuhan sederhana. Bagian muka bumper ditambah body kit agar tampak bongsor. Semua dibuat custom, termasuk side skirt dan bumper belakang. Model yang dipilih simpel, elegan,dan detail.
Tiga faktor utama itu yang memacu pemilik Ist sejak 2007 silam ini mengonsepkan modifikasinya. Setelah garisgaris simpel didapat, kesan elegan pun tercipta. Tinggal memperhatikan detail di bagian eksterior saja. Alhasil, bagian lampu utama ditambah eye-lids agar tampilan lampu HID vision semakin tajam dan gahar.
Bagian kap mesin juga ditambah lis pemanis. Spoiler di buritan juga custom agar selaras dengan empat lubang knalpot dari muffler ganda. Kesemuanya tampak serasi dengan tarikan fender 5 cm di masing-masing ruang spakbor. "Biar velg Kranze Bazreia 19 incinya bisa masuk," celetuknya ketika Sindo memperhatikan velg polish celong selebar 8 inci di depan dan 9 inci di belakang itu.
Ban yang digunakan dari Nankang dengan lebar 215 mm berprofil 35. Di bagian interior, Paul kembali memilih warna merah untuk membalut semua bagian kabin tanpa terkecuali. Bahan yang digunakan adalah MB-tech Camaro semi kulit untuk melapisi jok, door trim, dasbor, dan plafon.
"Untuk plafon, saya menggunakan suede biar lebih soft,"ujarnya, sembari menyebut biaya total sebesar Rp50 juta. Kombinasi warna merah agar tidak monoton disiasati Paul dengan melapisi beberapa panel menggunakan krom. Misalnya pada panel kontrol AC dan aksen pintu. Untuk bagian audio, Paul mengaku sedang merancang bagasi yang masih kosong untuk diisi perangkat pengeras suara.
(sindo//ton)
"Standarnya sih sudah bagus. Garis bodi melingkar di fender seolah-olah menunjukkan mobil ini kekar," ujar pemilik bengkel Fortune di bilangan Lampiri, Bekasi ini. Karena tak puas, ia mengubah konsep mobil tersebut agar tampil lebih VIP. Dengan catatan, modifikasinya tak boleh ekstrem.
Perubahan harus minim, tapi tetap bisa eye catching. Itu sebabnya warna merah untuk menarik perhatian jadi pilihan. "Saya pakai cat merah candy dari Spies Hecker. Warna ini mencolok, tapi enggak norak," sebutnya.
Namun, sebelum ia melebur bodi dengan cat tersebut, Paul bercerita kalau sebelumnya tiap sudut mobil diubah dengan sentuhan sederhana. Bagian muka bumper ditambah body kit agar tampak bongsor. Semua dibuat custom, termasuk side skirt dan bumper belakang. Model yang dipilih simpel, elegan,dan detail.
Tiga faktor utama itu yang memacu pemilik Ist sejak 2007 silam ini mengonsepkan modifikasinya. Setelah garisgaris simpel didapat, kesan elegan pun tercipta. Tinggal memperhatikan detail di bagian eksterior saja. Alhasil, bagian lampu utama ditambah eye-lids agar tampilan lampu HID vision semakin tajam dan gahar.
Bagian kap mesin juga ditambah lis pemanis. Spoiler di buritan juga custom agar selaras dengan empat lubang knalpot dari muffler ganda. Kesemuanya tampak serasi dengan tarikan fender 5 cm di masing-masing ruang spakbor. "Biar velg Kranze Bazreia 19 incinya bisa masuk," celetuknya ketika Sindo memperhatikan velg polish celong selebar 8 inci di depan dan 9 inci di belakang itu.
Ban yang digunakan dari Nankang dengan lebar 215 mm berprofil 35. Di bagian interior, Paul kembali memilih warna merah untuk membalut semua bagian kabin tanpa terkecuali. Bahan yang digunakan adalah MB-tech Camaro semi kulit untuk melapisi jok, door trim, dasbor, dan plafon.
"Untuk plafon, saya menggunakan suede biar lebih soft,"ujarnya, sembari menyebut biaya total sebesar Rp50 juta. Kombinasi warna merah agar tidak monoton disiasati Paul dengan melapisi beberapa panel menggunakan krom. Misalnya pada panel kontrol AC dan aksen pintu. Untuk bagian audio, Paul mengaku sedang merancang bagasi yang masih kosong untuk diisi perangkat pengeras suara.

