Senin, 16 Juni 2008 - 10:23 wib

Kredit Macet Motor Dikhawatirkan Naik

Anton Suhartono - Okezone

JAKARTA - Kenaikan suku bunga Bank Indonesia diprediksi tidak menjadi halangan konsumen dalam membeli sepeda motor. Hanya saja, beban hidup yang semakin berat akibat kenaikan harga BBM, dikhawatirkan meningkatkan angka kredit macet.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Wahana Makmur Sejati, main dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, Robbyanto Budiman saat ditemui di Pekan Raya Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kenaikan suku bunga sebesar 2 hingga 3 persen saja, jumlahnya tidak akan mempengaruhi mundurnya niat konsumen dalam membeli sepeda motor. Robby lebih mengkhawatirkan peningkatan kredit macet seiring beban hidup yang semakin berat seperti terjadi saat kenaikan BBM pada 2005 lalu. "Sebanyak 80 persen pembeli motor Honda di jakarta dan Tengerang memilih cara kredit saat membeli motor. Dengan bayai hidup yang makin mahal, tentu angka kredit macet dikhawatirkan ikut naik," kata Robby.

Mengenai pengaruh langsung keniakan BBM terhadap penjualan motor Honda di Jakarta dan Tangerang, Robby menyatakan, saat ini dampak tersebut sama sekali tidak terlihat mengurangi minat orang membeli sepeda motor. Bahkan angka pemesanan sepeda motor Honda meningkat. "Sekarang hampir semua sepeda motor Honda inden. Dari mulai jenis bebek Revo hingga Tiger, terutama jenis cast whell," imbuhnya.

Untuk Revo indenya, bisa mencapai 2 hingga 3 minggu. Sementara jenis Mega Pro dan Tiger, Robby mengaku berusaha menekan indennya di bawah 1 minggu saja. Selain cast whell, warna juga ikut menambah daftar inden.

Selain itu, kehadiran produk scooter baru Honda Beat, diharapkan meningkatkan penjualan Honda. Meski baru memulai penjualan minggu lalu, Wahana mengaku telah mendapat kebanjiran permintaan adik dari Honda Vario ini. "Selama pelaksanaan PRJ saja, sebanyak 50 persen pembeli dari sekira 200 orang (baru buka 2 hari), memesan Honda Beat," tutur Robby.

Secara keseluruhan, Honda menguasai 44 persen pasar sepeda motor Jakarta dan Tangerang atau telah menjual sekira 110.000 unit selama 5 bulan pertama 2008. Sebanyak 60 persen di antaranya masih dikuasai jenis bebek. Sementara 30 persen disumbang jenis scooter.
(ton)

BERITA LAINNYA

  • tidak ada berita lainnya