Selasa, 13 Mei 2008 - 14:17 wib
Nugie, Pilih Mobil Hybrid
BEBERAPA tahun belakangan, Nugie memang kerap tampil pada acara kampanye lingkungan. Setelah dan selama kampanye itu, ia melakukan tindakan konkret. Salah satunya memilih mobil ramah lingkungan, seperti hybrid.
Mobil atau sepeda motor dianggap pemilik nama lengkap Agustinus Gusti Nugraha ini sebagai alat transportasi yang paling efisien. Pilihannya jatuh pada mobil dengan rendah emisi, hemat bahan bakar, dan bagasinya luas.
Saat ini, mobil yang dikendarai artis kelahiran Jakarta, 31 Agustus 1971 ini adalah Toyota Prius hybrid 2007. Nugie memilih mobil ini karena teknologinya yang canggih. Sekadar diketahui, mobil ini merupakan semi listrik sehingga dapat digerakkan oleh baterai. Kadar polusi yang ditimbulkan pun sedikit. Mobil yang mampu melesat di jalan tol dengan kecepatan di atas 130-140 km/jam ini juga menggunakan sistem touch screen untuk penggatian AC. Sayangnya, bengkel dan teknisi untuk mobil compeletely built up (CBU) buatan Jepang ini belum ada di Indonesia. Selain mobil itu, Nugie juga memiliki KIA Sedona 2007.
Sebelum mengendarai Toyota Prius, pada 1997 lalu, Nugie mengendarai Ford Cortina 1971. Mobil pertama yang dibeli second ini disebut sebagai mobil perang. "Tadinya mau nyari Mustang. Karena susah, akhirnya dapat mobil itu," kenangnya. Namun rupanya Nugie tidak berjodoh dengan mobil ini karena tetap saja rewel sekalipun sudah `didandani`. Mobil ini pernah mengeluarkan asap sebanyak 3 kali yaitu saat dugunakan ke tempat umum. "Ford Cortina nggak tahu apakah punya masalah denga jin atau tidak. Bener-bener ngeri. Parkir lagi macet-macetnya tiba-tiba keluar asap. Waow, gila banget," ceritanya kesal.
Karena sering bermasalah, pada 1998 lalu, Nugie membeli VW Combi 1974. VW ini ia modifikasi menyerupai kamar rumah dan ia tambahkan kulkas di dalamnya. Saking cintanya pada VW, Nugie bergabung dengan komunitas VW Jakarta Timur. Karena sering bermasalah dengan VW-nya, dengan berat hati akhirnya VW itu dijual. "Kebetulan pas ia nikah VW itu nggak ada yang ngurus," keluhnya.
Karena sikap peduli terhadap lingkungan, dalam memilih tempat mencuci mobil pun ia memilih yang ramah linkungan. Rumah cuci mobil di Jalan Kesehatan Bintaro Tangerang, menjadi tempat langganan Nugie. Di sana air bekas cuci mobil dapat didaur ulang.
(Genie/Genie/ton)
Mobil atau sepeda motor dianggap pemilik nama lengkap Agustinus Gusti Nugraha ini sebagai alat transportasi yang paling efisien. Pilihannya jatuh pada mobil dengan rendah emisi, hemat bahan bakar, dan bagasinya luas.
Saat ini, mobil yang dikendarai artis kelahiran Jakarta, 31 Agustus 1971 ini adalah Toyota Prius hybrid 2007. Nugie memilih mobil ini karena teknologinya yang canggih. Sekadar diketahui, mobil ini merupakan semi listrik sehingga dapat digerakkan oleh baterai. Kadar polusi yang ditimbulkan pun sedikit. Mobil yang mampu melesat di jalan tol dengan kecepatan di atas 130-140 km/jam ini juga menggunakan sistem touch screen untuk penggatian AC. Sayangnya, bengkel dan teknisi untuk mobil compeletely built up (CBU) buatan Jepang ini belum ada di Indonesia. Selain mobil itu, Nugie juga memiliki KIA Sedona 2007.
Sebelum mengendarai Toyota Prius, pada 1997 lalu, Nugie mengendarai Ford Cortina 1971. Mobil pertama yang dibeli second ini disebut sebagai mobil perang. "Tadinya mau nyari Mustang. Karena susah, akhirnya dapat mobil itu," kenangnya. Namun rupanya Nugie tidak berjodoh dengan mobil ini karena tetap saja rewel sekalipun sudah `didandani`. Mobil ini pernah mengeluarkan asap sebanyak 3 kali yaitu saat dugunakan ke tempat umum. "Ford Cortina nggak tahu apakah punya masalah denga jin atau tidak. Bener-bener ngeri. Parkir lagi macet-macetnya tiba-tiba keluar asap. Waow, gila banget," ceritanya kesal.
Karena sering bermasalah, pada 1998 lalu, Nugie membeli VW Combi 1974. VW ini ia modifikasi menyerupai kamar rumah dan ia tambahkan kulkas di dalamnya. Saking cintanya pada VW, Nugie bergabung dengan komunitas VW Jakarta Timur. Karena sering bermasalah dengan VW-nya, dengan berat hati akhirnya VW itu dijual. "Kebetulan pas ia nikah VW itu nggak ada yang ngurus," keluhnya.
Karena sikap peduli terhadap lingkungan, dalam memilih tempat mencuci mobil pun ia memilih yang ramah linkungan. Rumah cuci mobil di Jalan Kesehatan Bintaro Tangerang, menjadi tempat langganan Nugie. Di sana air bekas cuci mobil dapat didaur ulang.

