
MICHIGAN - General Motors akan menguji coba baterai terbaru lithium ion (Li-on) untuk digunakan pada mobil listriknya. Baterai tersebut diklaim memiliki daya tampung energi dan ketahanan lebih lama.
Pihak GM seperti dikutip Associated Press, mengatakan, baterai tersebut akan digunakan pada model Chevrolet Malibu yang akan diuji cioba minggu ini. Nantinya, pabrikan akan mengetahui ketahanan baterai untuk menggerakkan motor listrik sekaligus menyuplai energi untuk perangkat elektronik kabin.
Rencana ini semakin menambah modal keyakinan pabrikan kendaraan terbesar di dunia tersebut untuk segera merealisasikan produksi mobil listriknya pada 2010 mendatang. Chevrolet Volt merupakan salah satu mobil listrik andalan GM yang digerakkan sepenuhnya dengan motor listrik.
GM akan menguji coba baterai produksi 2 perusahaan energi, yaitu Li-on produksi LG Chem Korsel dan Continental AG Jerman yang menggunakan teknologi berbasis perusahaan A123 System.
GM mengklaim baterai berbobot sepertiga lebih ringan dibanding dengan jenis nickel metal tersebut, mampu bertahan hingga 10 tahun dengan daya jangkau 150.000 mil. Akselerasi yang dapat dipacu kendaraan adalah kecepatan 100 km/jam dapat dijangkau dalam waktu kurang dari 9 detik.
Dalam kapasitas penuh, Volt dapat melaju hingga jarak 65 km tanpa menggunakan bahan bakar apapun. Dalam kondisi berjalan, baterai dapat diisi ulang dengan mesin bakar konvensional berkapasitas kecil. Mesin tersebut hanya mengonsumsi rata-rata 1,5 liter bensin untuk jarak 100 km.
(ton)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad